Isnani Rosyianti

Yang dengan sejuta impian, ingin mewarnai dunia dengan penuh semangat dan tak kenal lelah...

Yang ingin menjadi insan bermanfaat dimanapun ia berada...

Just Keep ur spirit...

do the best and be ur self ^.^

Senin, 04 Maret 2019

Tentang rindu (3)

Tulisan ini, aku dedikasikan untuk guru ku yang paling hebat, guru yang darinya aku bisa sampai seperti sekarang ini, Almh Ibu Musyawaroh.
~

Ibu, aku selalu merindukanmu, tapi entah kenapa akhir-akhir ini rinduku membuncah sekali. Aku begitu merindukanmu, Bu. 

Tentang rindu (2)

Tentang sebuah rindu pada seorang yang belum pernah kulihat dengan mataku

Tentang rindu (1)

Hari ini, padahal telah lama aku tidak mimisan. Tapi tadi, ketika akan sholat dhuhur, tiba-tiba ada salah satu adik pondok menghampiri dengan ekspresi kaget.

Selasa, 18 September 2018

Teruntuk Bapak dan Ibu

4 September 2018. Kutulis ini, di tengah malam yang larut, pukul 23:57 malam. Sebagai ungkapan rindu dan terimakasih ku pada kalian, Bapak dan Ibuku.

Rabu, 13 September 2017

Hanya Dia

Hanya Dia, Allah. Yang tahu bagaimana sejatinya hati ini.
Hanya Dia, Allah. Yang mengerti segala perasaan ini.
Hanya Dia, Allah. Yang tahu tiap tetes airmata yang jatuh. Tentang mengapa airmata mengalir di pelupuk mata.

Selasa, 12 September 2017

tips dan trik mengerjakan skripsi tepat waktu

Assalamualaikum Sobat, kali ini saya akan berbagi tips dan trik tentang cara menyelesaikan skripsi agar bisa selesai tepat waktu. Jadi, bagi kalian yang akan menempuh mata kuliah 6 sks ini, atau ada dari kalian yang saat ini sedang bingung, galau, atau bahkan mungkin nge-down gegara skripsi, baca tips berikut ya, Sobat. Karena penulis juga sudah mengalami bagaimana sih ganas dan ‘wonderful’ nya skripsi. Ini dia 7 tips mengerjakan skripsi:

Sabtu, 10 Juni 2017

Muzammil Hasballah, Hafidz bersuara merdu


Bismillah, kuceritakan padamu kawan, tentang perjalanan seorang gadis yang ingin sekali bertemu dan bisa mendengarkan suara sang idola, Muzammil Hasballah. Sebut saja dia Aisyah. Aisyah sangat mengidolakan Muzammil, pemuda berdarah Aceh tersebut. Bagaimana ia tak mengagumi Muzammil? Lantunan suara tilawahnya yang sungguh menentramkan hati, membuat ia mengidolakan pemuda yang hafal 30 juz tersebut. Bermula dari via instagram, ia tahu tentang sosok Muzammil beberapa bulan yang lalu. Di setiap postingan instagramnya, pemuda aumni teknik arsitektur ITB itu selalu mengupload tilawah dan ngajinya. Seketika Aisyah terkesan dengan Muzammil. Ia pun follow akun instagramnya.

Senin, 20 Juni 2016

Puisi "Hujan Bulan Juni"


Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
(Supardi Djoko Darmono)

*20-06-2016

Kamis, 26 Mei 2016

Terus beruntun

Tanggal 25 Mei 2016, tepatnya hari rabu.


Di hari itu, untuk kesekian kali nya, Allah menguji ku.

Selasa, 17 Mei 2016

Pelangi

Sore itu, gerimis membahasi bumi. Seolah ingin menarik ku, mengajak ku keluar dari peraduanku. Mungkin sang gerimis datang, agar aku bangkit dan beranjak keluar, setelah seharian penuh mengurung diri di kamar. Entahlah. Pikiranku begitu kalut saat itu.

Rabu, 09 Maret 2016

Stok pengisi semangat ku

Sobat, apa kabar ?
semoga kalian baik-baik saja.
Maaf belum bisa posting banyak. Sekarang masih sibuk sibuk nya ngerjain skripsi. Dari yang baca setumpuk buku, ngadep layar laptop dari pagi sampek malem,

Rabu, 06 Januari 2016

GALAU, GAk Lha yAU !!!

Assalamualaikum Sobat, gimana nih kabarnya ?
Lama banget ya aku nggak nulis. soalnya semester ini is the busiest semester ever. Ya maklum lah, mahasiswa semester atas. Haaa
Di semester ini aku ngambil dua mata kuliah yang super duper amazing. PPL  & Skripsi. PPL 4 SKS, Skripsi 6 SKS. Meskipuntotal nya Cuman 10 SKS, tapi itu sudah cukup membuat ku galau. PPL  nya sih udah kelar, cuman yang skripsi nih yang bikin Berat Badan ku nggak naik-naik #haha

Kamis, 22 Oktober 2015

Tulisan pertama di siang yang begitu terik

Hanya merasa, bahwa tak ada orang lain yang mengerti aku saat ini. Tak ada kasih sayang, tak ada rasa peduli, empathy, maupun simpathy. Terlepas dari orangtua yang saat ini jauh disana, aku rasa tak ada manusia satupun yang mampu memahami aku saat ini.